
Dokter dari Rumah Sakit Muhammad Hoesin (RSMH) Palembang mengingatkan masyarakat, khususnya penderita asma, untuk mewaspadai dampak buruk asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terhadap kesehatan pernapasan. Paparan asap yang mengandung partikel berbahaya dapat memicu kekambuhan gejala asma dan memperburuk kondisi paru-paru.
Mengapa Asap Karhutla Berbahaya?
Asap dari kebakaran hutan mengandung campuran gas beracun dan partikel halus yang dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan. Bagi penderita asma, saluran napas yang sudah sensitif akan bereaksi lebih kuat terhadap iritan ini, menyebabkan peradangan dan penyempitan saluran napas.
Langkah Perlindungan bagi Penderita Asma
- Gunakan masker N95 saat berada di luar ruangan untuk menyaring partikel halus.
- Batasi aktivitas di luar rumah, terutama saat kualitas udara buruk.
- Pastikan obat asma, seperti inhaler, selalu tersedia dan digunakan sesuai anjuran dokter.
- Tutup rapat jendela dan pintu rumah untuk mencegah asap masuk.
- Gunakan alat pembersih udara (air purifier) di dalam ruangan jika memungkinkan.
Dokter RSMH Palembang menekankan pentingnya pemantauan gejala secara rutin dan segera mencari pertolongan medis jika sesak napas tidak kunjung membaik. Dengan langkah pencegahan yang tepat, risiko dampak buruk asap karhutla dapat diminimalkan.