
Yatno, seorang perawat di Lamongan, berhasil meraih gelar Magister Hukum meskipun harus berjuang melawan stroke. Kisahnya menjadi inspirasi bagi banyak orang yang menghadapi keterbatasan fisik.
Pria yang sehari-hari bekerja di salah satu rumah sakit di Lamongan ini tidak menyerah pada kondisi kesehatannya. Ia terus berusaha menyelesaikan studi di Program Magister Ilmu Hukum Universitas Islam Lamongan (Unisla).
Perjuangan Melawan Stroke
Yatno mengalami stroke pada tahun 2022. Kondisi ini sempat membuatnya khawatir tidak bisa mengikuti proses wisuda. Namun, dengan tekad yang kuat dan dukungan dari keluarga serta rekan-rekan, ia berhasil melewati masa-masa sulit tersebut.
“Saya sempat takut tidak bisa wisuda karena kondisi kesehatan yang memburuk. Tapi, saya yakin pasti ada jalan,” ujar Yatno.
Dukungan Keluarga dan Rekan
Selama masa pemulihan, Yatno mendapatkan dukungan penuh dari istri dan anak-anaknya. Mereka selalu mendampingi dan memotivasinya untuk terus berjuang. Rekan-rekan di tempat kerja juga turut membantu dengan memberikan semangat dan fleksibilitas waktu.
“Tanpa mereka, mungkin saya sudah menyerah. Mereka adalah kekuatan terbesar saya,” tambahnya.
Pencapaian yang Membanggakan
Pada akhirnya, Yatno berhasil menyelesaikan tesisnya dengan judul yang relevan dengan bidang hukum kesehatan. Ia pun dinyatakan lulus dengan predikat memuaskan. Momen wisuda menjadi puncak kebahagiaan setelah perjuangan panjang melawan stroke.
Kisah Yatno menjadi bukti bahwa keterbatasan fisik bukanlah halangan untuk meraih mimpi. Semangat pantang menyerah dan dukungan orang-orang terdekat adalah kunci utama kesuksesannya.