
Pemerintah Kabupaten Bangli terus berupaya melindungi generasi muda dari risiko kanker serviks. Kali ini, sasaran vaksinasi HPV (Human Papillomavirus) diperluas hingga mencakup anak laki-laki. Sebanyak 3.673 siswa sekolah dasar (SD) di wilayah tersebut menjadi target penerima vaksin ini.
Program vaksinasi HPV yang sebelumnya hanya menyasar anak perempuan, kini diperluas untuk anak laki-laki. Hal ini sejalan dengan rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menyebutkan bahwa vaksinasi pada laki-laki juga efektif dalam memutus rantai penularan virus penyebab kanker serviks.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangli, dr. I Wayan Suarjana, menjelaskan bahwa vaksinasi dilakukan di sekolah-sekolah yang tersebar di seluruh kecamatan. “Kami targetkan semua siswa kelas 5 dan 6 SD, baik laki-laki maupun perempuan, mendapatkan vaksin ini. Total ada 3.673 anak yang akan divaksin,” ujarnya.
Vaksin HPV diberikan sebanyak dua dosis dengan jarak waktu tertentu. Dosis pertama diberikan pada bulan ini, sedangkan dosis kedua akan diberikan enam bulan kemudian. Pemberian vaksin dilakukan oleh tenaga kesehatan yang sudah terlatih dan dengan prosedur yang aman.
Program vaksinasi ini disambut baik oleh para orang tua dan guru. Mereka berharap dengan vaksinasi ini, anak-anak terlindungi dari risiko kanker serviks di masa depan. “Kami sangat mendukung program ini. Lebih baik mencegah daripada mengobati,” kata seorang guru di SD Negeri 1 Bangli.
Dengan perluasan sasaran ke anak laki-laki, diharapkan cakupan vaksinasi HPV di Bangli semakin luas dan efektif dalam menekan angka kejadian kanker serviks di masa mendatang.