
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tengah mengembangkan teknologi neutron mutakhir yang diharapkan mampu meningkatkan presisi dalam penanganan penyakit kanker. Inovasi ini memanfaatkan partikel neutron untuk menargetkan sel-sel kanker secara lebih spesifik, sehingga dampak negatif pada jaringan sehat di sekitarnya dapat diminimalkan.
Mengapa Teknologi Neutron Menjanjikan?
Teknologi neutron menawarkan pendekatan baru dalam terapi kanker. Tidak seperti metode konvensional seperti radiasi sinar-X atau kemoterapi, neutron memiliki kemampuan untuk berinteraksi langsung dengan inti atom dalam sel kanker. Interaksi ini menghasilkan kerusakan yang lebih terarah dan efektif, terutama pada jenis tumor yang sulit diobati dengan cara biasa.
Bagaimana Cara Kerjanya?
Prinsip kerja teknologi ini melibatkan penembakan neutron berenergi rendah ke area tumor. Neutron tersebut kemudian diserap oleh atom boron yang telah diinjeksikan ke dalam tubuh pasien dan terakumulasi di sel kanker. Proses ini memicu reaksi nuklir skala kecil yang menghancurkan sel kanker dari dalam, tanpa merusak jaringan di sekitarnya.
Keunggulan Terapi Berbasis Neutron
- Presisi Tinggi: Neutron hanya aktif di area yang mengandung boron, sehingga sel sehat terlindungi.
- Efektif untuk Tumor Resisten: Terapi ini dapat menangani kanker yang tidak responsif terhadap radiasi biasa.
- Efek Samping Minimal: Pasien tidak mengalami kerontokan rambut atau mual parah seperti pada kemoterapi.
Tahap Pengembangan BRIN
BRIN saat ini tengah memasuki fase uji coba laboratorium untuk memvalidasi keamanan dan efektivitas teknologi ini. Para peneliti bekerja sama dengan rumah sakit dan institusi internasional untuk mempercepat proses pengembangan. Targetnya, dalam beberapa tahun ke depan, terapi neutron ini dapat menjadi alternatif pengobatan kanker yang tersedia di Indonesia.
Dengan inovasi ini, BRIN berharap dapat mengurangi ketergantungan pada teknologi luar negeri sekaligus memberikan solusi pengobatan yang lebih terjangkau bagi masyarakat Indonesia.