Bali Raih Prestasi sebagai Pilot Project Nasional: Vaksinasi HPV Kini Menyasar Anak Laki-laki

Home blog Bali Raih Prestasi sebagai Pilot Project Nasional: Vaksinasi HPV Kini Menyasar Anak Laki-laki
Bali Raih Prestasi sebagai Pilot Project Nasional: Vaksinasi HPV Kini Menyasar Anak Laki-laki
Bali Raih Prestasi sebagai Pilot Project Nasional: Vaksinasi HPV Kini Menyasar Anak Laki-laki

Provinsi Bali kembali menorehkan prestasi di bidang kesehatan dengan terpilih sebagai daerah percontohan nasional untuk program imunisasi HPV (Human Papillomavirus). Kali ini, sasaran vaksinasi diperluas tidak hanya pada anak perempuan, melainkan juga mencakup anak laki-laki.

Langkah inovatif ini diambil sebagai upaya komprehensif dalam menekan angka kasus kanker serviks dan penyakit terkait HPV lainnya. Dengan melibatkan anak laki-laki dalam program imunisasi, diharapkan rantai penularan virus dapat terputus secara lebih efektif.

Mengapa Anak Laki-laki Juga Perlu Divaksin?

Selama ini, vaksin HPV lebih sering dikaitkan dengan pencegahan kanker serviks pada perempuan. Namun, virus ini juga dapat menyebabkan berbagai jenis kanker pada laki-laki, seperti kanker penis, anus, dan orofaring. Dengan memberikan vaksinasi pada anak laki-laki, perlindungan terhadap penyakit-penyakit tersebut pun dapat dioptimalkan.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali menyatakan, “Program ini merupakan terobosan penting. Kami berharap Bali dapat menjadi model bagi daerah lain di Indonesia dalam pelaksanaan imunisasi HPV yang inklusif.”

Target dan Cakupan Program

Program percontohan ini menargetkan anak laki-laki usia 11-12 tahun, sama seperti sasaran imunisasi pada anak perempuan. Vaksinasi akan dilakukan di sekolah-sekolah dengan melibatkan puskesmas setempat. Pemerintah menargetkan cakupan imunisasi mencapai 95% untuk menciptakan kekebalan kelompok (herd immunity).

  • Sasaran utama: Anak laki-laki kelas 5 dan 6 SD serta kelas 7 SMP.
  • Metode pelaksanaan: Melalui program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS).
  • Jenis vaksin: Vaksin HPV tetravalen yang melindungi dari 4 tipe virus HPV penyebab kanker.

Dengan dimulainya program percontohan di Bali, diharapkan dalam waktu dekat seluruh provinsi di Indonesia dapat mengadopsi kebijakan serupa. Langkah ini sejalan dengan target global untuk mengeliminasi kanker serviks pada tahun 2030.