
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palembang menyatakan kewaspadaan terhadap dampak buruk kualitas udara yang memburuk, terutama bagi penderita tuberkulosis (TB) dan asma. Langkah antisipasi ini diambil seiring dengan meningkatnya polusi udara di wilayah tersebut.
Kepala Dinkes Palembang, dr. Fenty, menjelaskan bahwa partikel halus (PM2.5) yang terkandung dalam polusi udara dapat memperparah kondisi saluran pernapasan penderita TB dan asma. Oleh karena itu, mereka yang memiliki riwayat penyakit tersebut diminta untuk lebih waspada dan mengurangi aktivitas di luar ruangan saat kualitas udara tidak sehat.
Dinkes Palembang juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar, terutama jika berada di area dengan tingkat polusi tinggi. Selain itu, menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat juga ditekankan sebagai bentuk pencegahan.
Data dari Dinkes Palembang menunjukkan bahwa jumlah penderita TB dan asma di kota ini masih cukup signifikan. Peningkatan kewaspadaan ini diharapkan dapat meminimalkan risiko komplikasi yang dapat ditimbulkan oleh paparan polusi udara. Pihak terkait juga akan terus memantau perkembangan kualitas udara dan memberikan edukasi kepada masyarakat.
Dengan langkah ini, Dinkes Palembang berupaya melindungi kelompok rentan dari dampak negatif polusi udara, sekaligus mengingatkan pentingnya kesadaran bersama dalam menjaga kualitas udara demi kesehatan umum.