
Proyek pembangunan bunker untuk layanan kanker di RSUD Jusuf SK hingga saat ini belum juga terealisasi. Kondisi ini mendorong Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat untuk mencari solusi konkret agar fasilitas kesehatan penting tersebut dapat segera beroperasi.
Keterlambatan pembangunan bunker ini menjadi sorotan karena layanan kanker merupakan kebutuhan mendesak bagi masyarakat. Tanpa adanya bunker yang memadai, pasien kanker harus dirujuk ke rumah sakit lain, yang seringkali memakan biaya dan waktu lebih besar.
DPRD menekankan pentingnya percepatan pembangunan dengan mencari alternatif pendanaan atau kerja sama dengan pihak ketiga. Mereka juga mendorong pihak rumah sakit untuk lebih proaktif dalam mengawal proyek ini agar tidak terus-menerus tertunda.
Pemerintah daerah diharapkan dapat memberikan dukungan penuh, baik dari segi anggaran maupun regulasi, demi mewujudkan layanan kanker yang optimal di RSUD Jusuf SK. Masyarakat pun berharap agar fasilitas ini segera rampung sehingga akses pengobatan kanker menjadi lebih mudah dan terjangkau.