
Penyakit diabetes kini dapat dideteksi lebih dini melalui metode non-invasif yang memanfaatkan citra iris mata. Sebuah penelitian terbaru dari Universitas Airlangga mengembangkan sistem identifikasi diabetes menggunakan algoritma K-Nearest Neighbor (K-NN) yang didasarkan pada fitur tekstur pada iris.
Bagaimana Metode Ini Bekerja?
Teknologi ini bekerja dengan cara menangkap gambar iris mata, lalu menganalisis pola tekstur yang ada di dalamnya. Algoritma K-NN kemudian membandingkan pola tersebut dengan data referensi dari pasien diabetes dan non-diabetes. Hasilnya, sistem dapat mengklasifikasikan apakah seseorang memiliki kecenderungan mengidap diabetes atau tidak.
Keunggulan Deteksi Dini
Pendekatan ini menawarkan sejumlah keuntungan, antara lain:
- Prosedur yang tidak menyakitkan (non-invasif)
- Hasil yang cepat dan cukup akurat
- Biaya yang relatif lebih terjangkau
- Dapat dilakukan tanpa perlu pengambilan sampel darah
Penelitian ini dipublikasikan di laman resmi Universitas Airlangga dan menjadi salah satu bukti bahwa kecerdasan buatan dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Indonesia.