
Kebiasaan bermalas-malasan atau berbaring terlalu lama kini menjadi perhatian serius di kalangan medis. Dokter dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengingatkan bahwa gaya hidup sedentari, termasuk kebiasaan rebahan, dapat memicu berbagai penyakit serius.
Dampak Buruk Gaya Hidup Sedentari
Gaya hidup sedentari atau kurang bergerak aktif telah lama dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit kronis. Dokter spesialis dari UMM menjelaskan bahwa kebiasaan rebahan yang berlebihan dapat menyebabkan gangguan metabolisme, obesitas, hingga penyakit kardiovaskular.
“Kurangnya aktivitas fisik membuat tubuh tidak membakar kalori secara optimal. Lemak menumpuk, gula darah meningkat, dan risiko penyakit jantung pun naik,” ujar dr. Andi, salah satu dokter di UMM.
Penyakit yang Mengintai
Beberapa penyakit serius yang dapat dipicu oleh kebiasaan rebahan antara lain:
- Diabetes tipe 2
- Hipertensi
- Penyakit jantung koroner
- Osteoporosis
- Gangguan pencernaan
Tak hanya itu, kebiasaan ini juga dapat memperburuk kondisi mental seperti depresi dan kecemasan. Dokter menyarankan agar masyarakat mulai membiasakan diri untuk bergerak aktif setiap hari.
Tips Mengurangi Kebiasaan Rebahan
Untuk menghindari risiko penyakit akibat gaya hidup sedentari, dokter UMM memberikan beberapa saran praktis:
- Luangkan waktu minimal 30 menit setiap hari untuk berolahraga ringan, seperti jalan kaki atau bersepeda.
- Batasi waktu duduk atau berbaring dengan menggunakan timer atau pengingat.
- Ganti posisi secara berkala, misalnya berdiri atau berjalan setiap satu jam sekali.
- Pilih aktivitas yang menyenangkan, seperti berkebun atau bermain dengan hewan peliharaan.
Dengan mengubah kebiasaan kecil ini, risiko penyakit serius dapat ditekan secara signifikan. Kesehatan tubuh dan mental pun akan lebih terjaga.
Informasi ini disarikan dari sumber terpercaya, yaitu obat.id.