
Fenomena konsumsi jajanan manis berlebihan di kalangan anak-anak di Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, mulai memprihatinkan. Melihat kondisi ini, sekelompok mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) turun tangan untuk mencegah risiko diabetes sejak bangku sekolah dasar.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan bahaya konsumsi gula berlebih pada anak. Mahasiswa Unhas memberikan edukasi langsung kepada siswa SD tentang pentingnya menjaga pola makan sehat dan memilih camilan bergizi.
Dalam aksinya, para mahasiswa mengajarkan cara membaca label kemasan makanan, membedakan jajanan sehat dan tidak sehat, serta memberikan simulasi pembuatan camilan rendah gula. Mereka juga mengadakan sesi tanya jawab interaktif agar materi lebih mudah dipahami oleh anak-anak.
“Kami melihat banyak anak yang sudah terbiasa mengonsumsi jajanan manis setiap hari. Jika tidak segera ditangani, kebiasaan ini bisa memicu diabetes tipe 2 di usia muda,” ujar salah satu anggota tim mahasiswa Unhas.
Program ini mendapat sambutan positif dari pihak sekolah dan orang tua. Kepala sekolah setempat berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan untuk membentuk generasi yang lebih sadar akan kesehatan.
Dengan adanya inisiatif ini, diharapkan angka kecanduan jajanan manis pada anak-anak Sidrap dapat menurun, dan risiko diabetes dapat diminimalkan sejak dini. Mahasiswa Unhas membuktikan bahwa peran generasi muda sangat penting dalam menciptakan perubahan pola hidup sehat di masyarakat.