
Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terus dirasakan masyarakat. Salah satu konsekuensi serius yang muncul adalah peningkatan signifikan jumlah penderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Data terbaru menunjukkan bahwa kasus ISPA mengalami kenaikan hingga 10 persen.
Penyebab Lonjakan Kasus ISPA
Asap tebal dari karhutla mengandung partikel-partikel halus berbahaya seperti PM2.5. Partikel ini sangat mudah terhirup dan masuk ke dalam sistem pernapasan manusia, memicu iritasi dan infeksi. Paparan terus-menerus terhadap udara yang tercemar ini membuat masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia, semakin berisiko tinggi terkena ISPA.
Gejala yang Perlu Diwaspadai
Beberapa gejala ISPA yang sering muncul antara lain batuk terus-menerus, pilek, sakit tenggorokan, demam, dan sesak napas. Jika Anda atau anggota keluarga mengalami gejala-gejala tersebut di tengah situasi kabut asap, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.
Cara Melindungi Diri
Untuk meminimalkan risiko terkena ISPA, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan:
- Gunakan masker pelindung pernapasan saat beraktivitas di luar ruangan.
- Kurangi kegiatan di luar rumah, terutama jika kualitas udara buruk.
- Pasang alat pembersih udara (air purifier) di dalam rumah.
- Perbanyak minum air putih untuk menjaga kelembapan saluran pernapasan.
- Segera cari pertolongan medis jika timbul keluhan pernapasan.
Lonjakan kasus ISPA ini merupakan alarm serius bagi kita semua. Kesadaran dan tindakan preventif menjadi kunci utama dalam melindungi kesehatan keluarga dari bahaya kabut asap karhutla.