
Para dokter mengingatkan penderita asma agar lebih waspada terhadap dampak buruk asap yang dihasilkan oleh kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Asap ini mengandung partikel berbahaya yang bisa memicu serangan asma mendadak.
Mengapa Asap Karhutla Berbahaya bagi Penderita Asma?
Asap dari kebakaran hutan mengandung berbagai zat iritan seperti karbon monoksida, nitrogen dioksida, dan partikel halus (PM2.5). Partikel-partikel ini dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan dan menyebabkan peradangan, sehingga mempersempit jalan napas pada penderita asma.
Gejala yang Harus Diwaspadai
Beberapa gejala yang perlu diantisipasi antara lain batuk-batuk, sesak napas, mengi, dan dada terasa berat. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini bisa memburuk dan memerlukan perawatan medis darurat.
Langkah Pencegahan yang Disarankan
- Gunakan masker N95 atau KN95 saat berada di luar ruangan untuk menyaring partikel berbahaya.
- Batasi aktivitas di luar rumah, terutama saat kualitas udara buruk.
- Pastikan obat asma selalu tersedia dan digunakan sesuai anjuran dokter.
- Pasang alat pembersih udara (air purifier) di dalam rumah untuk menjaga kualitas udara tetap bersih.
Para ahli juga menekankan pentingnya memantau informasi kualitas udara dari sumber resmi dan segera berkonsultasi dengan dokter jika muncul gejala yang mengkhawatirkan. Dengan kewaspadaan yang tinggi, risiko terkena dampak serius akibat asap karhutla dapat diminimalkan.