
Penyakit diabetes tidak hanya berdampak pada kadar gula darah, tetapi juga dapat memicu berbagai komplikasi serius, salah satunya adalah gangguan pada indera penglihatan. Risiko mengalami kebutaan pada penderita diabetes ternyata jauh lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang tidak memiliki kondisi tersebut.
Menurut informasi yang dihimpun dari Universitas Gadjah Mada, komplikasi mata akibat diabetes dikenal sebagai retinopati diabetik. Kondisi ini terjadi ketika kadar gula darah yang tinggi dalam jangka panjang merusak pembuluh darah kecil di retina, yaitu bagian belakang mata yang berfungsi menangkap cahaya. Kerusakan ini dapat menyebabkan kebocoran cairan, pembengkakan, hingga pertumbuhan pembuluh darah baru yang abnormal dan rapuh.
Pembuluh darah yang rapuh ini mudah pecah dan menyebabkan perdarahan di dalam mata, yang pada akhirnya mengaburkan penglihatan. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat berkembang menjadi ablasi retina atau glaukoma, yang berujung pada kebutaan permanen.
Oleh karena itu, sangat penting bagi penderita diabetes untuk rutin memeriksakan mata ke dokter spesialis, setidaknya setahun sekali. Deteksi dini melalui pemeriksaan funduskopi atau foto retina dapat membantu mencegah kerusakan lebih lanjut. Selain itu, menjaga kadar gula darah tetap stabil, mengontrol tekanan darah, dan menjalani pola hidup sehat juga menjadi kunci utama dalam menurunkan risiko komplikasi mata ini.
Dengan penanganan yang tepat dan disiplin, risiko kebutaan akibat diabetes dapat ditekan secara signifikan. Jangan anggap remeh gangguan penglihatan sekecil apa pun, segera konsultasikan dengan tenaga medis untuk mendapatkan penanganan yang optimal.