
Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Utara (Dinkes Kaltara) mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko serangan asma. Kondisi ini dipicu oleh dua faktor utama yang kerap diabaikan, yaitu paparan asap rokok dan perubahan cuaca yang ekstrem.
Asap Rokok dan Cuaca Ekstrem: Pemicu Utama Asma
Menurut Dinkes Kaltara, asap rokok mengandung berbagai zat kimia berbahaya yang dapat mengiritasi saluran pernapasan. Bagi penderita asma, paparan asap rokok, baik secara langsung maupun tidak langsung (perokok pasif), dapat memicu kekambuhan gejala seperti sesak napas, batuk, dan mengi.
Selain itu, perubahan cuaca yang tidak menentu, seperti suhu yang tiba-tiba dingin atau panas, serta kelembapan udara yang tinggi, juga menjadi pemicu utama. Kondisi ini menyebabkan saluran udara menyempit dan menghasilkan lendir berlebih, sehingga memperparah gejala asma.
Langkah Pencegahan yang Disarankan
Dinkes Kaltara menyarankan beberapa langkah preventif untuk mengurangi risiko serangan asma, antara lain:
- Hindari paparan asap rokok dengan tidak merokok di dalam ruangan dan menjauhi area merokok.
- Gunakan masker saat berada di luar ruangan, terutama saat cuaca buruk atau tingkat polusi tinggi.
- Jaga kebersihan lingkungan rumah agar bebas dari debu, tungau, dan alergen lainnya.
- Konsultasi rutin dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat, terutama jika memiliki riwayat asma.
Dengan meningkatnya kesadaran dan tindakan pencegahan yang tepat, diharapkan angka kekambuhan asma di Kalimantan Utara dapat ditekan. Dinkes Kaltara mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan bebas dari pemicu asma.