Waspada! 5 Golongan Ini Paling Berisiko Terpapar Kabut Asap Kebakaran Hutan dan Lahan

Home blog Waspada! 5 Golongan Ini Paling Berisiko Terpapar Kabut Asap Kebakaran Hutan dan Lahan
Waspada! 5 Golongan Ini Paling Berisiko Terpapar Kabut Asap Kebakaran Hutan dan Lahan
Waspada! 5 Golongan Ini Paling Berisiko Terpapar Kabut Asap Kebakaran Hutan dan Lahan

Kabut asap yang dihasilkan dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bukanlah sekadar gangguan pandangan. Partikel halus dan zat beracun di dalamnya bisa membahayakan kesehatan, terutama bagi kelompok tertentu yang memiliki kondisi fisik lebih rentan.

Berikut adalah lima kelompok orang yang paling berisiko tinggi mengalami dampak buruk akibat paparan kabut asap karhutla:

1. Penderita Asma dan Penyakit Pernapasan Kronis

Mereka yang memiliki riwayat asma, bronkitis kronis, atau penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) sangat sensitif terhadap penurunan kualitas udara. Kabut asap dapat memicu serangan asma mendadak, memperburuk gejala sesak napas, dan meningkatkan frekuensi rawat inap.

2. Anak-Anak

Sistem pernapasan anak-anak masih dalam tahap perkembangan, sehingga lebih mudah teriritasi oleh polutan. Selain itu, anak-anak cenderung menghirup udara lebih banyak per kilogram berat badan dibandingkan orang dewasa, membuat mereka lebih rentan terhadap efek toksik kabut asap.

3. Lansia (Lanjut Usia)

Penuaan alami menyebabkan penurunan fungsi paru-paru dan sistem kekebalan tubuh. Pada lansia, paparan kabut asap dapat mempercepat penurunan fungsi organ pernapasan, memicu penyakit kardiovaskular, dan meningkatkan risiko komplikasi serius.

4. Ibu Hamil dan Janin

Polutan dalam kabut asap, seperti partikel halus (PM2.5) dan karbon monoksida, dapat masuk ke aliran darah ibu dan mengganggu suplai oksigen ke janin. Risiko yang mengintai meliputi berat badan lahir rendah, kelahiran prematur, hingga gangguan perkembangan paru-paru bayi.

5. Perokok Aktif dan Pasif

Kebiasaan merokok sudah membuat paru-paru berada dalam kondisi stres. Ketika ditambah paparan kabut asap, efek racunnya menjadi sinergis dan semakin merusak saluran pernapasan. Perokok aktif maupun mereka yang sering terpapar asap rokok (perokok pasif) memiliki risiko lebih tinggi terkena infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan penyakit paru jangka panjang.

Untuk melindungi diri dan kelompok rentan ini, penggunaan masker N95, mengurangi aktivitas di luar ruangan, serta menjaga sirkulasi udara dalam ruangan dengan pembersih udara (air purifier) sangat dianjurkan selama musim kabut asap.