Warga Palembang Keluhkan Dampak Asap: Sesak Napas, Mata Perih, dan Tidur Terganggu

Home blog Warga Palembang Keluhkan Dampak Asap: Sesak Napas, Mata Perih, dan Tidur Terganggu
Warga Palembang Keluhkan Dampak Asap: Sesak Napas, Mata Perih, dan Tidur Terganggu
Warga Palembang Keluhkan Dampak Asap: Sesak Napas, Mata Perih, dan Tidur Terganggu

Palembang, Sumatera Selatan, kembali diselimuti kabut asap tebal yang membuat kualitas udara memburuk. Kondisi ini memicu keluhan dari warga yang mengalami berbagai gangguan kesehatan, mulai dari kesulitan tidur, kambuhnya asma, hingga rasa perih di mata.

Dampak Langsung pada Keseharian Warga

Sejumlah warga di Palembang mengaku bahwa kabut asap yang melanda beberapa hari terakhir sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Salah seorang warga, Andi (35), mengatakan bahwa tidur malamnya menjadi tidak nyenyak karena udara yang pengap dan sulit dihirup. “Tidur saja susah, napas terasa berat, apalagi kalau malam. Kadang sampai terbangun karena sesak,” ujarnya.

Keluhan serupa juga disampaikan oleh Rina (28), yang menderita asma. Ia mengaku penyakitnya kambuh lebih sering dari biasanya. “Setiap kali keluar rumah, mata langsung perih dan batuk-batuk. Asma saya jadi sering kumat, padahal biasanya jarang,” keluhnya.

Mata Perih dan Iritasi Kulit

Selain gangguan pernapasan, banyak warga juga mengeluhkan iritasi pada mata dan kulit. Kabut asap yang mengandung partikel halus dan zat kimia berbahaya membuat mata terasa perih, merah, dan berair. Beberapa warga bahkan memilih untuk menggunakan masker dan kacamata pelindung saat bepergian.

“Kalau tidak pakai masker, rasanya seperti terbakar. Mata juga perih terus, apalagi kalau terkena angin,” tambah Dedi (40), warga lainnya.

Penyebab dan Upaya Penanganan

Kabut asap di Palembang disebabkan oleh kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah di Sumatera Selatan. Titik panas (hotspot) masih terpantau satelit, terutama di daerah gambut yang sulit dipadamkan.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus berupaya melakukan pemadaman dan penyemprotan air dari udara. Selain itu, warga diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar rumah, menggunakan masker, dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala gangguan pernapasan.

Imbauan untuk Warga

  • Gunakan masker N95 atau masker kain yang dibasahi saat keluar rumah.
  • Kurangi aktivitas fisik di luar ruangan, terutama bagi penderita asma dan penyakit paru.
  • Perbanyak minum air putih untuk menjaga kelembapan saluran pernapasan.
  • Segera konsultasi ke dokter jika mengalami sesak napas, batuk berkepanjangan, atau iritasi mata yang parah.

Dengan kondisi yang masih memburuk, warga berharap agar upaya penanggulangan karhutla dapat lebih maksimal sehingga kualitas udara kembali normal dan aktivitas sehari-hari tidak lagi terganggu.