TP PKK Kepri Waspadai Lonjakan Kasus Diabetes dan Kanker pada Anak

Home blog TP PKK Kepri Waspadai Lonjakan Kasus Diabetes dan Kanker pada Anak
TP PKK Kepri Waspadai Lonjakan Kasus Diabetes dan Kanker pada Anak
TP PKK Kepri Waspadai Lonjakan Kasus Diabetes dan Kanker pada Anak

Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) memberikan perhatian serius terhadap meningkatnya kasus penyakit tidak menular, seperti diabetes dan kanker, yang kini mulai banyak ditemukan pada anak-anak.

Ketua TP PKK Kepri, Dewi Anjarwati, mengatakan bahwa fenomena ini menjadi alarm bagi semua pihak, terutama orang tua, untuk lebih waspada terhadap pola hidup dan kesehatan anak sejak dini. Ia menekankan pentingnya deteksi dini serta edukasi gizi seimbang di lingkungan keluarga.

Penyebab Utama Diabetes pada Anak

Menurut Dewi, faktor utama yang memicu diabetes pada anak adalah konsumsi makanan dan minuman tinggi gula secara berlebihan. Kebiasaan ini sering kali tidak disadari oleh orang tua, padahal dampaknya sangat berbahaya bagi metabolisme tubuh anak.

Selain itu, kurangnya aktivitas fisik dan kecenderungan anak untuk lebih banyak menghabiskan waktu di depan gawai juga turut memperparah risiko obesitas yang menjadi pintu masuk berbagai penyakit kronis.

Kanker pada Anak: Perlu Deteksi Dini

Dewi juga menyoroti kasus kanker pada anak yang angkanya terus meningkat. Ia mengingatkan bahwa kanker pada anak seringkali sulit terdeteksi karena gejalanya mirip dengan penyakit umum. Oleh karena itu, peran orang tua dalam mengenali tanda-tanda awal sangat krusial.

Beberapa gejala yang perlu diwaspadai antara lain demam berkepanjangan, benjolan yang tidak biasa, nyeri tulang, dan penurunan berat badan drastis. Pemeriksaan rutin ke fasilitas kesehatan disarankan agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat.

Langkah Nyata yang Dilakukan TP PKK Kepri

Menanggapi kondisi ini, TP PKK Kepri telah merancang sejumlah program preventif, antara lain:

  • Menggelar penyuluhan tentang pola makan sehat dan bahaya gula berlebih kepada ibu-ibu di setiap kecamatan.
  • Berkolaborasi dengan dinas kesehatan setempat untuk menyelenggarakan skrining kesehatan gratis bagi anak-anak di sekolah dan posyandu.
  • Menggiatkan kampanye “Gerakan Masyarakat Hidup Sehat” (Germas) yang menyasar keluarga muda.

Dewi berharap, dengan langkah-langkah ini, angka kejadian diabetes dan kanker pada anak bisa ditekan secara signifikan. Ia juga mengajak seluruh komponen masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga kesehatan generasi penerus bangsa.