
Dalam sebuah peringatan medis yang dirilis pada 24 Juni, para dokter mengingatkan bahwa gejala stroke pada orang muda kerap kali disalahartikan sebagai gangguan keseimbangan atau masalah pada telinga bagian dalam. Kondisi ini sangat berbahaya karena keterlambatan penanganan bisa memperburuk risiko kecacatan permanen.
Menurut para ahli, gejala stroke pada pasien usia produktif sering muncul secara tiba-tiba, seperti sakit kepala hebat, pusing berputar (vertigo), hingga kesulitan berjalan. Sayangnya, banyak orang muda mengabaikan tanda-tanda ini dan menganggapnya hanya akibat kelelahan, dehidrasi, atau masalah vestibular ringan.
Dr. Andi Pratama, seorang spesialis saraf, menjelaskan bahwa gangguan vestibular memang memiliki gejala yang mirip dengan stroke, yaitu pusing dan kehilangan keseimbangan. Namun, ada perbedaan mendasar. “Pada stroke, biasanya disertai gejala neurologis lain seperti kelemahan pada satu sisi tubuh, bicara pelo, atau mati rasa. Jika hanya pusing tanpa gejala lain, kemungkinan besar bukan stroke,” ujarnya.
Data dari Rumah Sakit Pusat Otak Nasional menunjukkan peningkatan kasus stroke pada kelompok usia 20-40 tahun dalam lima tahun terakhir. Faktor pemicunya antara lain gaya hidup tidak sehat, stres kronis, hipertensi, dan diabetes yang tidak terkontrol. Para dokter menekankan pentingnya mengenali gejala awal stroke dengan metode FAST (Face, Arm, Speech, Time), yaitu:
- Face — wajah tampak tidak simetris, sulit tersenyum.
- Arm — salah satu lengan terasa lemah atau sulit diangkat.
- Speech — bicara tidak jelas, cadel, atau sulit memahami perkataan orang lain.
- Time — segera cari pertolongan medis jika muncul gejala tersebut.
Masyarakat diimbau untuk tidak menyepelekan pusing mendadak yang disertai gangguan penglihatan, mual muntah, atau sakit kepala hebat. Penanganan stroke dalam waktu tiga jam sejak gejala muncul sangat krusial untuk mengurangi kerusakan otak dan meningkatkan peluang pemulihan.
Dengan meningkatnya kesadaran akan bahaya stroke pada usia muda, para dokter berharap angka kematian dan kecacatan akibat stroke dapat ditekan melalui deteksi dini dan gaya hidup sehat.