
Tim SATRIA dari Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) Institut Teknologi Bandung (ITB) berhasil mengembangkan terapi inovatif untuk kanker payudara menggunakan nanovesikel yang berasal dari tomat. Inovasi ini dikerjakan dalam kerangka Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE) tahun 2026.
Terapi Berbasis Nanovesikel Tomat
Para peneliti memanfaatkan partikel berukuran nano yang diekstrak dari tomat sebagai pembawa senyawa aktif. Nanovesikel ini diyakini mampu menargetkan sel kanker payudara secara lebih efektif dan mengurangi efek samping dibandingkan terapi konvensional.
Mekanisme Kerja Nanovesikel
Nanovesikel tomat mengandung berbagai fitokimia yang bersifat antioksidan dan anti-inflamasi. Partikel ini dirancang untuk mengenali dan menembus membran sel kanker, lalu melepaskan senyawa aktif yang dapat menghambat pertumbuhan tumor.
- Meningkatkan efektivitas penghantaran obat ke lokasi tumor
- Meminimalkan kerusakan pada jaringan sehat
- Potensi mengurangi dosis obat yang diperlukan
Dampak dan Harapan ke Depan
Inovasi ini diharapkan dapat menjadi alternatif terapi kanker payudara yang lebih aman dan terjangkau. Tim SATRIA juga berencana melakukan uji lanjutan untuk memastikan keamanan dan efektivitasnya sebelum dapat diaplikasikan secara klinis.
Pengembangan ini mendapat dukungan penuh dari ITB dan menjadi salah satu contoh nyata kontribusi mahasiswa dalam riset kesehatan berbasis bahan alami.