
Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Nabire, Papua Tengah, menggandeng pemuda dari berbagai latar belakang agama, termasuk gereja dan masjid, untuk bersama-sama mencegah penyebaran HIV dan Penyakit Infeksi Menular Seksual (PIMS). Langkah ini diambil sebagai upaya memperkuat peran generasi muda dalam edukasi dan pencegahan dini.
Kegiatan yang digelar ini melibatkan puluhan pemuda perwakilan dari organisasi kepemudaan di lingkungan gereja dan masjid se-Nabire. Mereka diberikan pemahaman mendalam mengenai bahaya HIV/AIDS dan PIMS, serta cara penularan dan pencegahannya. Ketua KPA Nabire menekankan pentingnya peran aktif pemuda sebagai agen perubahan di komunitas masing-masing.
“Pemuda adalah ujung tombak dalam upaya pencegahan. Dengan pengetahuan yang benar, mereka bisa menjadi teladan dan menyebarkan informasi yang akurat kepada teman sebaya dan keluarga,” ujar Ketua KPA Nabire dalam sambutannya. Ia menambahkan, kolaborasi lintas iman ini menjadi kekuatan besar untuk menjangkau lebih banyak kalangan tanpa sekat.
Para peserta diajak untuk tidak hanya memahami aspek medis, tetapi juga menghilangkan stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan HIV (ODHIV). Mereka dilatih untuk menjadi konselor sebaya yang mampu memberikan dukungan psikososial. Salah satu peserta dari perwakilan masjid menyambut baik inisiatif ini dan berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut.
KPA Nabire berkomitmen untuk terus menggelar sosialisasi dan pelatihan serupa secara berkala. Dengan melibatkan pemuda dari berbagai tempat ibadah, diharapkan pesan pencegahan HIV dan PIMS dapat menyebar lebih luas dan efektif di seluruh wilayah Nabire.