
Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mencatat adanya 380 kasus baru infeksi HIV/AIDS selama periode Januari hingga Mei 2024. Data ini dihimpun dari laporan Dinas Kesehatan setempat yang menunjukkan peningkatan kewaspadaan terhadap penyakit menular tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Sumsel menyatakan bahwa jumlah tersebut merupakan akumulasi dari temuan kasus di berbagai kabupaten/kota. Ia menekankan pentingnya deteksi dini dan akses pengobatan bagi penderita HIV/AIDS untuk menekan laju penularan.
Dari total kasus baru, sebagian besar ditemukan pada kelompok usia produktif, yaitu 25 hingga 49 tahun. Faktor risiko utama masih didominasi oleh hubungan seksual tidak aman dan penggunaan jarum suntik secara bergantian.
Pemerintah daerah terus menggencarkan program edukasi dan sosialisasi tentang pencegahan HIV/AIDS, termasuk penyediaan layanan tes sukarela dan konseling. Masyarakat diimbau untuk tidak mendiskriminasi penderita dan mendukung upaya pengobatan mereka.
Data ini menjadi pengingat bahwa HIV/AIDS masih menjadi ancaman serius di Sumsel, sehingga partisipasi semua pihak sangat diperlukan dalam upaya eliminasi penyakit ini pada tahun 2030.