
Sebuah penelitian terbaru mengungkapkan bahwa seseorang dengan golongan darah tertentu memiliki kemungkinan lebih besar untuk mengalami stroke pada usia produktif. Temuan ini memberikan wawasan baru dalam upaya pencegahan dini penyakit kardiovaskular.
Hubungan Antara Golongan Darah dan Risiko Stroke
Para ilmuwan menemukan bahwa golongan darah A, B, dan AB berkaitan dengan peningkatan risiko stroke iskemik pada individu di bawah usia 60 tahun. Dibandingkan dengan golongan darah O, pembawa golongan darah non-O ini memiliki kemungkinan 16% lebih tinggi untuk mengalami stroke di usia muda.
Faktor Risiko Lain yang Perlu Diwaspadai
Selain faktor genetik, gaya hidup seperti merokok, tekanan darah tinggi, dan diabetes tetap menjadi pemicu utama stroke. Peneliti menekankan bahwa golongan darah hanyalah salah satu dari banyak faktor yang berkontribusi.
- Golongan darah A: Risiko stroke muda 18% lebih tinggi
- Golongan darah B: Risiko stroke muda 11% lebih tinggi
- Golongan darah AB: Risiko stroke muda 20% lebih tinggi
- Golongan darah O: Risiko lebih rendah
Langkah Pencegahan yang Disarankan
Meskipun golongan darah tidak dapat diubah, deteksi dini dan pengelolaan faktor risiko lainnya dapat menurunkan kemungkinan terkena stroke. Dokter menyarankan untuk rutin memeriksakan tekanan darah, kadar gula, dan kolesterol, serta menjalani pola hidup sehat.