
Stroke kini tidak lagi hanya menyerang lansia. Data terbaru menunjukkan tren peningkatan kasus stroke pada kelompok usia produktif, yang berimbas pada melonjaknya biaya klaim Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) hingga Rp37 triliun.
Fenomena ini menjadi perhatian serius karena stroke pada usia muda seringkali lebih agresif dan berdampak jangka panjang pada produktivitas. Faktor risiko seperti tekanan darah tinggi, diabetes, obesitas, dan gaya hidup tidak sehat menjadi pemicu utama.
Pemerintah melalui BPJS Kesehatan mencatat bahwa biaya penanganan stroke menjadi salah satu beban terbesar dalam program JKN. Oleh karena itu, upaya pencegahan dan deteksi dini sangat penting untuk menekan angka kejadian dan biaya pengobatan.
Masyarakat diimbau untuk menerapkan pola hidup sehat, rutin memeriksakan kesehatan, dan mengenali gejala awal stroke seperti kelumpuhan mendadak, bicara pelo, atau sakit kepala hebat. Dengan langkah ini, diharapkan risiko stroke dapat diminimalkan.