
Sinisa Mihajlovic, mantan pemain dan pelatih sepak bola asal Serbia, telah meninggal dunia setelah lama berjuang melawan penyakit leukimia. Berita duka ini disampaikan oleh keluarga pada hari Jumat, 16 Desember 2022 waktu setempat. Sosok yang juga dikenal sebagai spesialis tendangan bebas ini mengembuskan napas terakhir di usia 53 tahun.
Perjuangan Melawan Leukimia
Sejak didiagnosis menderita leukimia pada tahun 2019, Mihajlovic terus bertarung dengan penyakit tersebut. Ia sempat menjalani perawatan intensif, namun penyakit itu akhirnya kambuh pada tahun 2022. Meski begitu, semangatnya tidak pernah padam. Ia tetap aktif sebagai pelatih, meski harus menjalani pengobatan berkala.
Pada awal Desember lalu, ia dirawat di rumah sakit Roma karena kondisinya memburuk. Setelah dua minggu melawan penyakit, dokter menyatakan bahwa Mihajlovic tidak dapat diselamatkan lagi. Keluarganya pun mengumumkan kepergiannya secara resmi.
Perdana Menteri Italia Turut Berduka
Berita meninggalnya Sinisa Mihajlovic langsung mendapat respons dari berbagai kalangan, termasuk tokoh politik Italia. Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni, melalui akun media sosialnya menyampaikan belasungkawa mendalam atas kepergian Mihajlovic. Ia menyebut Mihajlovic sebagai figur tangguh di dalam dan di luar lapangan.
“Beliau adalah simbol perjuangan dan dedikasi. Akan sangat dirindukan oleh seluruh pecinta sepak bola Italia,” tulis Meloni dalam sebuah unggahan.
Karier Gemilang Sinisa Mihajlovic
Sinisa Mihajlovic memulai karier profesionalnya di klub lokal sebelum akhirnya hijrah ke Italia. Ia membela sejumlah klub besar seperti Lazio, Inter Milan, dan Sampdoria. Sebagai pemain, ia terkenal dengan kemampuan tendangan bebasnya yang mematikan. Ia juga berhasil membawa tim nasional Yugoslavia tampil di Piala Dunia tahun 1998.
Setelah gantung sepatu, Mihajlovic beralih profesi menjadi pelatih. Ia pernah menangani beberapa klub Serie A, termasuk Bologna, Fiorentina, dan Torino. Prestasi terbaiknya sebagai pelatih adalah membawa Bologna bertahan di kasta tertinggi Italia selama beberapa musim.
Warisan yang Tak Terlupakan
Selain sebagai pemain dan pelatih, Mihajlovic juga dikenang karena karakter kuatnya yang tidak pernah menyerah. Ia selalu berbicara blak-blakan dan menunjukkan emosinya di depan publik. Masa-masa terakhirnya menjadi inspirasi bagi banyak orang tentang bagaimana menghadapi penyakit dengan kepala tegak.
Warisan sepak bolanya akan terus hidup, terutama di hati para penggemar Lazio dan seluruh pencinta sepak bola Italia. Kepergiannya meninggalkan kesedihan mendalam, namun juga rasa kagum atas kegigihannya dalam berjuang hingga akhir.
Sumber: Berbagai sumber terkait kabar duka sepak bola internasional.