
Seorang petugas keamanan di Universitas Mulawarman (Unmul) yang sebelumnya hanya menerima gaji sebesar Rp300 ribu per bulan saat menderita penyakit tumor, akhirnya mendapatkan bantuan kompensasi senilai puluhan juta rupiah dari perusahaan tempatnya bekerja.
Kisah ini menarik perhatian publik setelah terungkap bahwa pria tersebut, yang telah lama mengabdi sebagai satpam di lingkungan kampus, harus berjuang melawan tumor dengan penghasilan yang sangat minim. Selama sakit, ia hanya menerima gaji Rp300 ribu setiap bulan, jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan pengobatan dan biaya hidup sehari-hari.
Beruntung, setelah berbagai upaya dan perhatian dari berbagai pihak, perusahaan yang menaungi jasa keamanan di Unmul akhirnya memberikan kompensasi kepada satpam tersebut. Nilai kompensasi yang diberikan mencapai puluhan juta rupiah, sebagai bentuk tanggung jawab dan kepedulian terhadap kondisi kesehatannya.
Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban pengobatan dan pemulihan sang satpam, serta menjadi pelajaran bagi perusahaan lain untuk lebih memperhatikan kesejahteraan pekerja, terutama mereka yang sedang mengalami musibah kesehatan. Kejadian ini juga memicu diskusi tentang standar upah yang layak bagi tenaga keamanan di institusi pendidikan.