
Puskesmas Larangan kini meluncurkan layanan khusus bernama Poli Sakinah sebagai upaya menangani 36 pasien yang terinfeksi HIV dan Infeksi Menular Seksual (IMS). Layanan ini tidak hanya berfokus pada pengobatan medis, tetapi juga bertujuan untuk memerangi stigma negatif yang kerap melekat pada penderita.
Latar Belakang dan Tujuan Poli Sakinah
Kehadiran Poli Sakinah didorong oleh kebutuhan akan ruang layanan yang ramah dan bebas diskriminasi bagi pasien HIV dan IMS. Selama ini, banyak penderita enggan berobat karena takut dihakimi atau dikucilkan. Dengan pendekatan yang lebih humanis, puskesmas berharap angka penanganan meningkat dan penderita merasa nyaman untuk terbuka.
Data Pasien yang Ditangani
Berdasarkan data terkini, terdapat 36 pasien yang sedang dalam perawatan di Puskesmas Larangan. Mereka terdiri dari berbagai latar belakang usia dan jenis kelamin. Penanganan dilakukan secara komprehensif, mulai dari pemeriksaan, pengobatan, hingga konseling psikososial.
Strategi Mengatasi Stigma
Stigma adalah musuh utama dalam penanggulangan HIV dan IMS. Poli Sakinah menerapkan beberapa strategi, antara lain:
- Edukasi kepada masyarakat tentang cara penularan dan pencegahan yang benar.
- Pelatihan bagi tenaga kesehatan agar bersikap non-diskriminatif.
- Kampanye terbuka melalui media sosial dan kegiatan komunitas.
- Pendampingan pasien untuk kembali percaya diri menjalani kehidupan sosial.
Harapan ke Depan
Puskesmas Larangan berharap Poli Sakinah bisa menjadi contoh bagi puskesmas lain di wilayah sekitarnya. Dengan layanan yang inklusif, diharapkan tidak ada lagi pasien yang takut atau malu untuk memeriksakan diri. Langkah ini juga sejalan dengan target nasional untuk mengakhiri epidemi AIDS pada tahun 2030.