
Dalam sebuah pernyataan yang mengejutkan publik, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto kembali mengangkat isu kesehatan masyarakat yang jarang dibahas. Ia menyoroti potensi bahaya penggunaan atap seng terhadap kesehatan paru-paru, terutama risiko kanker.
Prabowo menekankan bahwa material bangunan modern seperti seng, yang banyak digunakan di berbagai daerah, mungkin menyimpan ancaman tersembunyi. Partikel dari logam tersebut, menurutnya, bisa terhirup dan menyebabkan masalah pernapasan serius dalam jangka panjang.
Sebagai solusi, ia justru menyarankan untuk kembali ke kearifan lokal. “Kalau perlu, kita kembali menggunakan atap dari ijuk dan rumbia,” ujarnya. Menurut Prabowo, selain lebih ramah lingkungan, material alami ini juga lebih aman bagi kesehatan penghuninya.
Pernyataan ini sontak memicu perdebatan di kalangan ahli dan masyarakat. Sebagian mendukung gagasan untuk mengurangi penggunaan bahan berbahaya, namun sebagian lainnya meragukan efektivitas dan ketahanan material tradisional di tengah tuntutan modernitas.
Meski demikian, isu ini membuka diskusi yang lebih luas tentang pentingnya memilih material bangunan yang tidak hanya murah dan kuat, tetapi juga aman bagi kesehatan jangka panjang.