
Sejumlah penyintas stroke di Malang mengeluhkan proses pengurusan kartu disabilitas yang rumit dan berbelit. Mereka merasa kesulitan dalam memenuhi persyaratan administrasi yang dianggap tidak ramah bagi penyandang disabilitas.
Keluhan Penyintas Stroke
Para penyintas stroke mengaku harus bolak-balik ke berbagai instansi untuk mendapatkan dokumen yang diperlukan. Proses yang panjang ini membuat mereka kelelahan, apalagi kondisi fisik mereka yang masih dalam masa pemulihan.
“Kami berharap ada kemudahan dalam pengurusan kartu disabilitas. Jangan sampai kami yang sudah kesulitan secara fisik malah dipersulit oleh birokrasi,” ujar salah seorang penyintas stroke.
Dampak Kesulitan Pengurusan Kartu Disabilitas
Tanpa kartu disabilitas, para penyintas stroke tidak bisa mengakses berbagai fasilitas dan bantuan yang seharusnya mereka terima. Mulai dari bantuan sosial, akses transportasi, hingga kemudahan di tempat umum.
Kondisi ini menambah beban psikologis dan finansial bagi mereka yang sedang berjuang pulih dari stroke.
- Proses administrasi yang panjang dan berbelit
- Persyaratan dokumen yang sulit dipenuhi
- Kurangnya sosialisasi tentang prosedur pengurusan
- Petugas yang belum ramah terhadap penyandang disabilitas
Para penyintas stroke berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian khusus dan menyederhanakan proses pengurusan kartu disabilitas. Mereka ingin birokrasi yang lebih inklusif dan mudah diakses oleh semua kalangan.