
Pasien stroke seringkali mengalami gangguan pada fungsi gerak tubuh, yang dapat menghambat aktivitas sehari-hari. Untuk membantu mereka kembali mandiri, latihan gerak sendi atau Range of Motion (ROM) menjadi salah satu terapi yang sangat penting.
Apa itu Latihan Range of Motion (ROM)?
Range of Motion (ROM) adalah serangkaian gerakan yang dirancang untuk mempertahankan atau meningkatkan kelenturan sendi dan kekuatan otot. Pada pasien stroke, latihan ini bertujuan untuk mencegah kekakuan sendi, mengurangi risiko kontraktur, serta melancarkan sirkulasi darah.
Manfaat Latihan ROM bagi Pasien Stroke
- Mencegah atrofi otot dan kekakuan sendi
- Mempertahankan atau meningkatkan rentang gerak sendi
- Membantu pasien melakukan aktivitas sehari-hari secara mandiri
- Mengurangi nyeri dan pembengkakan pada anggota tubuh yang terkena
- Meningkatkan koordinasi dan keseimbangan tubuh
Jenis-jenis Latihan ROM
Latihan ROM dapat dibedakan menjadi dua jenis utama, yaitu ROM aktif dan ROM pasif. ROM aktif dilakukan oleh pasien sendiri tanpa bantuan, sedangkan ROM pasif dilakukan oleh terapis atau keluarga saat pasien belum mampu bergerak aktif.
Cara Melakukan Latihan ROM yang Benar
Latihan sebaiknya dilakukan secara bertahap dan konsisten, minimal dua kali sehari. Gerakan dimulai dari sendi yang besar seperti bahu, siku, pergelangan tangan, pinggul, lutut, hingga pergelangan kaki. Setiap gerakan dilakukan perlahan dan ditahan beberapa detik untuk memberikan efek peregangan yang optimal.
Penting untuk selalu berkonsultasi dengan dokter atau fisioterapis sebelum memulai latihan, terutama pada pasien dengan kondisi medis tertentu. Dengan latihan ROM yang rutin dan tepat, pasien stroke memiliki peluang lebih besar untuk mencapai kemandirian dan kualitas hidup yang lebih baik.