
Sebuah studi terbaru yang dirilis oleh para peneliti mengungkapkan adanya kaitan signifikan antara kebiasaan minum teh dengan risiko terkena penyakit jantung. Penelitian ini menyoroti bagaimana pola konsumsi teh dapat mempengaruhi kesehatan kardiovaskular seseorang.
Dalam penelitian yang dipublikasikan di berbagai media, para ilmuwan menganalisis data dari ribuan partisipan untuk mengevaluasi hubungan antara frekuensi minum teh dan kejadian penyakit jantung. Hasilnya menunjukkan bahwa mereka yang rutin mengonsumsi teh memiliki risiko lebih rendah mengalami gangguan jantung dibandingkan dengan yang jarang atau tidak minum teh sama sekali.
Studi ini juga menekankan pentingnya jenis teh yang dikonsumsi. Teh hijau dan teh hitam, misalnya, mengandung antioksidan yang dikenal dapat membantu melindungi pembuluh darah dan mengurangi peradangan. Namun, penambahan gula atau krim dalam teh justru dapat mengurangi manfaat tersebut.
Para peneliti menyarankan agar kebiasaan minum teh tanpa pemanis tambahan dapat menjadi bagian dari gaya hidup sehat untuk mendukung kesehatan jantung. Meski demikian, mereka mengingatkan bahwa faktor lain seperti pola makan, aktivitas fisik, dan riwayat kesehatan tetap memegang peranan penting.
Informasi ini dihimpun dari berbagai sumber, termasuk laporan dari RRI.co.id dan situs obat.id.