
Pemerintah Kota Surabaya kembali menunjukkan komitmennya dalam upaya pencegahan kanker serviks. Kali ini, mereka membuka program vaksinasi Human Papillomavirus (HPV) yang diperuntukkan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) beserta anggota keluarga mereka.
Kanker serviks atau kanker leher rahim merupakan salah satu jenis kanker yang paling sering menyerang wanita di Indonesia. Vaksinasi HPV diyakini sebagai langkah efektif untuk mengurangi risiko terkena penyakit ini.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, dr. Febria Rachmanita, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk menekan angka kejadian kanker serviks di wilayahnya. “Kami mengajak seluruh ASN dan keluarganya untuk memanfaatkan kesempatan ini. Vaksinasi HPV tidak hanya melindungi individu, tetapi juga membantu menciptakan kekebalan kelompok,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Program vaksinasi ini dibuka secara bertahap di berbagai fasilitas kesehatan milik pemerintah kota. Sasaran utama adalah wanita usia produktif, namun pria juga dianjurkan untuk mendapatkan vaksinasi guna mencegah penyebaran virus.
Selain vaksinasi, Pemkot Surabaya juga gencar melakukan sosialisasi mengenai pentingnya deteksi dini kanker serviks melalui metode IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat) dan pap smear. Langkah ini diharapkan dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat kanker serviks di masa mendatang.
Warga yang memenuhi syarat dan ingin mendaftar dapat menghubungi puskesmas terdekat atau mengakses informasi melalui website resmi Dinas Kesehatan Kota Surabaya. Pemerintah setempat juga berencana memperluas program ini ke masyarakat umum jika respons dari kalangan ASN cukup positif.