
Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Kesehatan menggelar pelatihan bagi ratusan kader kesehatan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan deteksi dini kanker di masyarakat.
Fokus Deteksi Dini
Pelatihan ini menekankan pada pengenalan gejala awal kanker serviks dan kanker payudara. Kader dilatih untuk melakukan pemeriksaan sederhana dan memberikan edukasi kepada warga. Dengan deteksi dini, diharapkan angka kematian akibat kanker dapat ditekan.
Metode Pelatihan
Dalam sesi pelatihan, para kader mendapatkan materi tentang teknik IVA (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat) untuk deteksi kanker serviks. Mereka juga diajarkan cara melakukan SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) untuk kanker payudara. Selain itu, kader dilatih untuk melakukan pencatatan dan pelaporan temuan secara berkala.
- Pelatihan diikuti oleh 200 kader dari 17 puskesmas di Sleman
- Kader akan diterjunkan untuk menjangkau 86 kalurahan/kelurahan
- Target deteksi dini mencakup 30.000 sasaran perempuan usia 30-50 tahun
Kepala Dinas Kesehatan Sleman, Cahya Purnama, menekankan pentingnya peran kader dalam menjembatani akses layanan kesehatan. “Kader adalah ujung tombak deteksi dini kanker di tingkat komunitas. Pelatihan ini akan terus diperbarui sesuai perkembangan ilmu pengetahuan,” ujarnya.
Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menurunkan prevalensi kanker di Indonesia. Dengan meningkatnya kesadaran dan deteksi dini, diharapkan harapan hidup pasien kanker dapat lebih panjang.