
Fenomena Panas Ekstrem, Pakar UGM Ingatkan Bahaya Heat Stroke
Dalam beberapa waktu terakhir, Indonesia dilanda gelombang panas yang cukup ekstrem. Suhu udara yang terik dan menyengat tidak hanya membuat tidak nyaman, tetapi juga membawa risiko serius bagi kesehatan. Pakar kesehatan dari Universitas Gadjah Mada (UGM) mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap bahaya heat stroke atau sengatan panas.
Heat stroke adalah kondisi darurat medis yang terjadi ketika tubuh tidak mampu lagi mengatur suhu internalnya akibat paparan panas berlebihan. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini bisa menyebabkan kerusakan organ, koma, bahkan kematian. Gejala awal yang perlu diwaspadai meliputi pusing, mual, kulit kering dan panas, denyut nadi cepat, serta penurunan kesadaran.
Pakar UGM menekankan pentingnya langkah pencegahan, seperti:
- Minum air putih yang cukup, minimal 2 liter per hari, untuk menjaga hidrasi tubuh.
- Hindari aktivitas fisik berat di luar ruangan saat puncak panas, yaitu antara pukul 10.00 hingga 16.00.
- Kenakan pakaian yang longgar, ringan, dan berwarna terang agar panas mudah keluar.
- Gunakan topi atau payung saat berada di luar, serta oleskan tabir surya untuk melindungi kulit.
- Jika merasa kepanasan, segera cari tempat teduh atau ruangan ber-AC untuk menurunkan suhu tubuh.
Kelompok yang paling rentan terkena heat stroke adalah anak-anak, lansia, dan mereka yang memiliki penyakit kronis seperti diabetes atau hipertensi. Oleh karena itu, perhatian ekstra perlu diberikan kepada kelompok ini selama musim panas.
Masyarakat diimbau untuk tidak menganggap remeh cuaca panas ekstrem ini. Dengan mengenali gejala dan menerapkan langkah-langkah pencegahan, risiko terkena heat stroke dapat diminimalkan.