Pakar Saraf Unesa Beberkan Kenapa Stroke Kerap Menyerang di Kamar Mandi dan 5 Langkah Pencegahannya

Home blog Pakar Saraf Unesa Beberkan Kenapa Stroke Kerap Menyerang di Kamar Mandi dan 5 Langkah Pencegahannya
Pakar Saraf Unesa Beberkan Kenapa Stroke Kerap Menyerang di Kamar Mandi dan 5 Langkah Pencegahannya
Pakar Saraf Unesa Beberkan Kenapa Stroke Kerap Menyerang di Kamar Mandi dan 5 Langkah Pencegahannya

Stroke merupakan salah satu kondisi medis darurat yang bisa terjadi kapan saja dan di mana saja. Namun, menurut pakar neurologi dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa), ada satu tempat yang cukup sering menjadi lokasi kejadian stroke, yaitu kamar mandi. Fenomena ini menarik perhatian para ahli karena berkaitan dengan perubahan suhu dan tekanan darah yang drastis saat seseorang mandi.

Mengapa Kamar Mandi Menjadi Lokasi Rawan Stroke?

Dokter spesialis saraf menjelaskan bahwa paparan air dingin secara tiba-tiba saat mandi dapat memicu kenaikan tekanan darah yang signifikan. Bagi individu yang memiliki faktor risiko stroke seperti hipertensi, diabetes, atau penyakit jantung, lonjakan tekanan darah ini bisa menjadi pemicu pecahnya pembuluh darah di otak. Selain itu, suhu dingin juga dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah (vasokonstriksi) yang memperburuk aliran darah ke otak.

Kondisi lain yang membuat kamar mandi berbahaya adalah lantai yang licin. Jika seseorang tiba-tiba pusing atau kehilangan keseimbangan akibat stroke, risiko terjatuh dan cedera kepala semakin besar. Hal ini bisa memperparah kondisi neurologis pasien.

5 Cara Mencegah Stroke di Kamar Mandi

Untuk mengurangi risiko stroke saat berada di kamar mandi, para ahli memberikan beberapa rekomendasi yang mudah diterapkan:

  • Hindari mandi dengan air yang terlalu dingin atau terlalu panas secara tiba-tiba. Sebaiknya basahi tubuh secara bertahap dengan air hangat suam-suam kuku agar tubuh tidak kaget.
  • Jangan langsung menyiram kepala dengan air dingin saat tubuh masih berkeringat. Tunggu beberapa menit hingga suhu tubuh normal sebelum mandi.
  • Pasang alat pengaman di kamar mandi, seperti pegangan tangan (handrail) dan keset anti-selip untuk mengurangi risiko jatuh jika tiba-tiba pusing.
  • Periksa tekanan darah secara rutin, terutama sebelum mandi jika Anda memiliki riwayat hipertensi. Pastikan tekanan darah dalam batas normal.
  • Jangan mandi sendirian jika Anda memiliki faktor risiko stroke tinggi. Mintalah bantuan anggota keluarga untuk menjaga atau minimal berada di dekat kamar mandi.

Dengan menerapkan langkah-langkah sederhana ini, Anda dapat meminimalkan risiko stroke di kamar mandi. Ingatlah bahwa pencegahan selalu lebih baik daripada pengobatan, terutama untuk kondisi serius seperti stroke.