
Seorang ahli gizi baru-baru ini mengingatkan bahwa para akademisi, termasuk dosen dan peneliti, memiliki risiko yang lebih tinggi untuk terkena diabetes dan hipertensi. Peringatan ini didasarkan pada analisis pola hidup dan kebiasaan sehari-hari yang umum terjadi di kalangan mereka.
Penyebab Utama Risiko Tersebut
Menurut sang pakar, penyebab utama meningkatnya risiko tersebut adalah gaya hidup sedentari atau kurang bergerak. Akademisi seringkali menghabiskan waktu berjam-jam di depan komputer untuk membaca, menulis, dan melakukan riset, sehingga aktivitas fisik mereka sangat minim.
Selain itu, kebiasaan makan yang tidak teratur dan cenderung mengonsumsi makanan cepat saji atau tinggi gula juga menjadi faktor pemicu. Stres akibat tekanan pekerjaan, seperti tuntutan publikasi dan beban mengajar, turut memperburuk kondisi kesehatan mereka.
Dampak Jangka Panjang
Jika tidak segera diantisipasi, kondisi ini dapat memicu penyakit kronis seperti diabetes tipe 2 dan hipertensi. Kedua penyakit ini tidak hanya menurunkan kualitas hidup, tetapi juga dapat menyebabkan komplikasi serius seperti gangguan jantung, ginjal, dan stroke.
Ahli gizi tersebut menyarankan agar para akademisi mulai menerapkan pola hidup sehat, seperti menyempatkan diri berolahraga ringan di sela-sela kesibukan, mengatur jadwal makan dengan gizi seimbang, serta mengelola stres dengan baik. Langkah-langkah sederhana ini diyakini dapat menekan risiko terkena penyakit berbahaya tersebut.