
Menteri Kesehatan (Menkes) kembali menekankan pentingnya deteksi dini kanker payudara sebagai langkah krusial dalam menekan angka kematian akibat penyakit ini. Dalam pernyataannya, beliau mengajak seluruh lapisan masyarakat, khususnya perempuan, untuk tidak ragu atau takut menjalani pemeriksaan secara rutin.
Menurut data terbaru, kanker payudara masih menjadi salah satu jenis kanker dengan prevalensi tinggi di Indonesia. Namun, banyak kasus yang terlambat terdeteksi karena kurangnya kesadaran dan ketakutan untuk memeriksakan diri. Padahal, jika ditemukan sejak awal, peluang kesembuhan bisa meningkat drastis.
Menkes menegaskan bahwa deteksi dini tidak harus rumit atau mahal. Pemeriksaan payudara sendiri (sadari) dan pemeriksaan klinis di fasilitas kesehatan bisa menjadi langkah awal yang efektif. Beliau juga mengingatkan agar masyarakat tidak mudah percaya pada mitos yang menakut-nakuti, seperti anggapan bahwa pemeriksaan akan menyakitkan atau berbahaya.
“Jangan biarkan rasa takut menghalangi Anda untuk hidup sehat. Kanker payudara bisa diobati jika ditemukan lebih awal,” ujar Menkes dalam acara sosialisasi kesehatan. Ia juga mendorong pemerintah daerah dan tenaga kesehatan untuk aktif mengedukasi masyarakat tentang pentingnya skrining rutin.
Langkah ini sejalan dengan program nasional pengendalian kanker yang terus digencarkan oleh Kementerian Kesehatan. Dengan deteksi dini, diharapkan angka kematian akibat kanker payudara dapat ditekan secara signifikan di masa mendatang.