
Kanker usus besar atau kolorektal kini semakin sering ditemukan pada usia muda. Berbeda dengan pasien lanjut usia, kanker pada kelompok ini cenderung lebih agresif dan lebih sulit diobati. Berikut adalah beberapa faktor penyebabnya.
Perbedaan Biologis Tumor
Tumor pada pasien muda sering memiliki karakteristik biologis yang berbeda. Mereka cenderung memiliki mutasi genetik yang lebih kompleks, seperti perubahan pada gen KRAS dan BRAF, yang membuat kanker lebih agresif dan resisten terhadap terapi standar.
Keterlambatan Diagnosis
Gejala awal kanker usus besar pada usia muda sering diabaikan karena dianggap sebagai masalah pencernaan biasa. Akibatnya, diagnosis sering terlambat saat kanker sudah mencapai stadium lanjut, sehingga pilihan pengobatan menjadi terbatas dan prognosis lebih buruk.
Faktor Gaya Hidup dan Lingkungan
Pola makan tinggi lemak dan rendah serat, kurang aktivitas fisik, obesitas, serta paparan zat kimia tertentu diduga meningkatkan risiko kanker usus besar pada usia muda. Faktor-faktor ini juga dapat mempercepat pertumbuhan tumor.
Peran Mikrobioma Usus
Ketidakseimbangan bakteri baik di usus (disbiosis) pada usia muda dapat memicu peradangan kronis dan meningkatkan risiko kanker. Penelitian menunjukkan bahwa komposisi mikrobioma pada pasien muda berbeda dengan pasien lanjut usia.
Keterbatasan Skrining
Skrining kanker usus besar biasanya dimulai pada usia 50 tahun ke atas. Akibatnya, kasus pada usia muda sering terlewatkan hingga gejala muncul. Tanpa deteksi dini, kanker lebih sulit ditangani.
Kesadaran akan faktor-faktor ini penting untuk meningkatkan deteksi dini dan pengobatan yang lebih efektif pada pasien kanker usus besar usia muda.