
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terus berupaya memperkuat langkah deteksi dini retinopati diabetik sebagai upaya pencegahan kebutaan pada penderita diabetes. Retinopati diabetik merupakan komplikasi serius yang dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah di retina, dan jika tidak ditangani sejak awal, dapat mengakibatkan hilangnya penglihatan secara permanen.
Langkah Strategis Kemenkes
Dalam rangka menekan angka kebutaan akibat diabetes, Kemenkes menggencarkan program skrining retinopati diabetik di berbagai fasilitas kesehatan. Program ini menyasar pasien diabetes yang berisiko tinggi, terutama mereka yang telah menderita diabetes dalam jangka waktu lama atau memiliki kadar gula darah yang tidak terkontrol.
Deteksi dini menjadi kunci utama karena pada tahap awal, retinopati diabetik seringkali tidak menunjukkan gejala yang jelas. Dengan pemeriksaan mata secara rutin, kerusakan pada retina dapat diketahui lebih awal sehingga penanganan bisa dilakukan sebelum kondisi bertambah parah.
Manfaat Deteksi Dini
- Mencegah perkembangan retinopati diabetik ke stadium lanjut.
- Menekan risiko kebutaan permanen.
- Mengurangi beban biaya pengobatan komplikasi diabetes.
Kemenkes juga mendorong peningkatan kesadaran masyarakat, terutama penderita diabetes, untuk melakukan pemeriksaan mata secara berkala. Kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk dokter spesialis mata dan puskesmas, terus diperkuat guna memperluas jangkauan skrining.
Dengan deteksi dini yang optimal, diharapkan angka kebutaan akibat retinopati diabetik dapat ditekan secara signifikan, sehingga kualitas hidup penderita diabetes tetap terjaga.