
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tengah menggencarkan strategi baru yang dikenal dengan istilah CKG dalam upaya memperluas cakupan deteksi dini atau skrining terhadap penyakit Hepatitis B dan Hepatitis C. Langkah ini diambil sebagai bagian dari komitmen pemerintah untuk menekan angka prevalensi kedua jenis hepatitis yang menjadi masalah kesehatan serius di Indonesia.
Strategi CKG merupakan akronim dari tiga pilar utama, yaitu Cari, Kenali, dan Gulangi. Melalui pendekatan ini, tenaga kesehatan diharapkan mampu secara aktif menjaring pasien potensial, memberikan pemahaman tentang pentingnya deteksi dini, serta melakukan pengulangan skrining bagi kelompok berisiko tinggi. Dengan demikian, penanganan terhadap hepatitis dapat dilakukan lebih cepat dan lebih efektif.
Hingga saat ini, banyak penderita Hepatitis B dan C yang tidak menyadari kondisi mereka karena seringkali tidak menunjukkan gejala yang jelas pada tahap awal. Padahal, jika tidak ditangani dengan tepat, penyakit ini dapat berkembang menjadi sirosis hati atau bahkan kanker hati. Oleh sebab itu, perluasan skrining menjadi prioritas utama dalam program kesehatan nasional.
Melalui penerapan CKG, Kemenkes menargetkan penjangkauan ke daerah-daerah yang sebelumnya belum tersentuh layanan skrining secara optimal. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk institusi kesehatan di daerah, diharapkan mampu mempercepat realisasi target tersebut. Selain itu, edukasi kepada masyarakat juga terus digalakkan agar kesadaran akan bahaya hepatitis semakin meningkat.
Langkah inovatif ini disambut positif oleh para pakar kesehatan. Mereka menilai bahwa CKG merupakan terobosan yang tepat dalam mengatasi tantangan deteksi dini hepatitis di Indonesia. Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, tenaga medis, dan masyarakat, diharapkan beban penyakit hepatitis di tanah air dapat berkurang secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan.