
Manajemen PSIM Yogyakarta mengeluhkan lonjakan harga tiket pesawat yang membuat biaya operasional tim saat bertanding tandang semakin membengkak. Kondisi ini dinilai sangat memberatkan, terutama bagi klub yang memiliki anggaran terbatas.
Dalam beberapa pekan terakhir, harga tiket pesawat domestik mengalami kenaikan signifikan. Hal ini berdampak langsung pada jadwal pertandingan tandang PSIM yang harus mengeluarkan biaya transportasi lebih besar dari biasanya.
Dampak Kenaikan Harga Tiket Pesawat
Manajemen PSIM menyatakan bahwa kenaikan harga tiket pesawat menjadi tantangan baru yang harus dihadapi. Sebelumnya, biaya transportasi untuk laga tandang sudah diperhitungkan dalam anggaran tim. Namun, dengan lonjakan harga saat ini, anggaran tersebut menjadi tidak mencukupi.
“Kami harus pintar-pintar mengatur keuangan agar tetap bisa menjalani pertandingan tandang dengan baik,” ujar salah satu perwakilan manajemen PSIM.
Upaya Mengatasi Kendala
Untuk mengatasi masalah ini, manajemen PSIM berencana melakukan beberapa langkah strategis, antara lain:
- Mencari maskapai penerbangan dengan harga tiket yang lebih kompetitif.
- Mengoptimalkan jadwal perjalanan agar tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk akomodasi yang tidak perlu.
- Menjalin kerja sama dengan sponsor atau pihak ketiga untuk membantu menekan biaya transportasi.
Meskipun menghadapi kendala, PSIM tetap berkomitmen untuk memberikan penampilan terbaik di setiap pertandingan tandang. Manajemen berharap situasi ini segera membaik agar klub dapat kembali fokus pada prestasi di lapangan.