
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sidoarjo mencatat bahwa kasus HIV di wilayahnya didominasi oleh kelompok usia produktif. Tercatat sebanyak 3.767 orang dengan HIV (ODHIV) berada dalam rentang usia 25 hingga 40 tahun.
Data ini menunjukkan bahwa kelompok usia yang paling aktif secara ekonomi justru menjadi yang paling rentan terhadap penularan HIV. Kepala Dinkes Sidoarjo menyatakan bahwa angka ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah.
“Kami melihat tren bahwa kasus HIV banyak ditemukan pada usia produktif. Ini tentu berdampak pada produktivitas dan kualitas sumber daya manusia di Sidoarjo,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Selain itu, Dinkes juga mencatat bahwa sebagian besar kasus ditemukan melalui skrining di fasilitas kesehatan, seperti puskesmas dan rumah sakit. Namun, masih banyak kasus yang belum terdeteksi karena minimnya kesadaran masyarakat untuk melakukan tes HIV secara rutin.
Untuk menekan angka penularan, Dinkes Sidoarjo terus menggencarkan program pencegahan, seperti penyuluhan tentang perilaku seksual aman, penggunaan kondom, serta akses terhadap layanan tes HIV gratis. Mereka juga menggandeng komunitas dan organisasi lokal untuk menjangkau kelompok berisiko tinggi.
“Kami berharap masyarakat lebih terbuka dan tidak takut untuk memeriksakan diri. Semakin cepat diketahui, semakin cepat penanganan bisa dilakukan,” tambahnya.
Data ini sekaligus menjadi pengingat bahwa HIV bukan hanya masalah kesehatan, tetapi juga masalah sosial dan ekonomi yang perlu ditangani secara komprehensif.