Ratusan Hektare Sawah di Kendal Terancam Kekeringan, Petani Keluhkan Kesulitan Air

Home blog Ratusan Hektare Sawah di Kendal Terancam Kekeringan, Petani Keluhkan Kesulitan Air
Ratusan Hektare Sawah di Kendal Terancam Kekeringan, Petani Keluhkan Kesulitan Air
Ratusan Hektare Sawah di Kendal Terancam Kekeringan, Petani Keluhkan Kesulitan Air

Ratusan hektare lahan persawahan di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, mulai menghadapi ancaman kekeringan. Kondisi ini membuat para petani mengeluhkan kesulitan mendapatkan pasokan air untuk mengairi tanaman padi mereka.

Menurut data dari Dinas Pertanian dan Pangan setempat, luas lahan yang terancam kekeringan mencapai lebih dari 500 hektare. Wilayah yang paling parah terdampak meliputi Kecamatan Gemuh, Kaliwungu, dan Brangsong. Para petani di sana mengaku sudah mulai kesulitan air sejak beberapa pekan terakhir.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kendal, Suprapto, mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi masalah ini. Salah satunya dengan mengoptimalkan penggunaan pompa air dari sungai-sungai terdekat. Namun, debit air di sungai juga mulai menurun drastis akibat kemarau panjang.

“Kami sudah mengerahkan sejumlah pompa air untuk membantu petani. Namun, karena sumber air juga mulai berkurang, efektivitasnya belum maksimal,” ujar Suprapto saat dihubungi, Rabu (2/8/2023).

Selain itu, pemerintah daerah juga mengimbau para petani untuk beralih menanam tanaman yang lebih tahan kekeringan, seperti jagung atau kacang-kacangan. Langkah ini diharapkan bisa mengurangi risiko gagal panen akibat kekurangan air.

Salah seorang petani di Desa Manggung, Kecamatan Gemuh, Sutrisno, mengaku sangat khawatir dengan kondisi ini. Ia mengatakan bahwa sawah seluas 1,5 hektare miliknya kini mulai mengering. “Saya bingung mencari air. Irigasi mati total, sumur bor juga kering. Kalau begini terus, padi saya bisa puso (gagal panen),” keluhnya.

Untuk mengantisipasi kerugian yang lebih besar, beberapa petani mulai memanen padi lebih awal meskipun hasilnya belum maksimal. Langkah ini diambil agar tanaman padi yang masih hijau tidak mati sia-sia karena kekeringan.

Pemerintah Kabupaten Kendal berjanji akan terus memantau perkembangan situasi dan memberikan bantuan yang diperlukan. Selain itu, mereka juga akan berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk mencari solusi jangka panjang, seperti pembangunan embung atau sumur resapan di daerah rawan kekeringan.

Kondisi kekeringan ini diperkirakan akan berlangsung hingga akhir Agustus mendatang, seiring dengan puncak musim kemarau yang diperkirakan terjadi pada bulan tersebut. Para petani berharap pemerintah dapat segera turun tangan agar mereka tidak mengalami gagal panen yang lebih parah.