
Pada tahun 2026, Kota Surabaya mencatat peningkatan signifikan dalam kasus heat stroke. Angka kejadian ini melonjak hingga tiga kali lipat dibandingkan periode sebelumnya, menurut laporan dari Kompas.com yang dikutip oleh Obat.id.
Fenomena ini menjadi perhatian serius bagi pihak berwenang dan masyarakat. Suhu udara yang semakin ekstrem diduga menjadi pemicu utama terjadinya peningkatan kasus tersebut. Heat stroke atau sengatan panas merupakan kondisi darurat medis yang terjadi ketika tubuh tidak mampu mengatur suhu internalnya akibat paparan panas berlebihan.
Pemerintah setempat dan instansi kesehatan terus mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap gejala awal heat stroke, seperti pusing, mual, kulit kemerahan, dan denyut nadi cepat. Upaya pencegahan seperti minum air putih yang cukup, menghindari aktivitas di luar ruangan pada jam-jam terpanas, serta menggunakan pakaian longgar dan berbahan ringan sangat dianjurkan.
Data ini diharapkan dapat menjadi pengingat bagi semua pihak untuk lebih siap menghadapi dampak perubahan iklim yang semakin nyata. Deteksi dini dan penanganan cepat sangat penting untuk mengurangi risiko fatal akibat kondisi ini.