
Indonesia saat ini menempati urutan kelima dunia dalam jumlah penderita diabetes, sebuah kondisi yang semakin mengkhawatirkan karena banyak menyerang usia produktif. Lonjakan kasus ini erat kaitannya dengan konsumsi minuman manis yang berlebihan serta perubahan gaya hidup yang kurang aktif.
Menurut data terkini, prevalensi diabetes di tanah air terus meningkat, terutama di kalangan anak muda. Kebiasaan mengonsumsi minuman berpemanis, seperti teh kemasan, soda, dan kopi kekinian, menjadi salah satu pemicu utama. Ditambah dengan pola hidup sedentari, risiko terkena diabetes tipe 2 semakin besar pada usia yang lebih dini.
Para ahli kesehatan mengingatkan bahwa diabetes tidak lagi identik dengan usia lanjut. Faktor risiko seperti obesitas, kurang olahraga, dan asupan gula berlebih membuat generasi muda rentan. Jika tidak ditangani, komplikasi serius seperti gangguan jantung, ginjal, dan saraf bisa terjadi lebih awal.
Pemerintah dan masyarakat didorong untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pola makan sehat dan aktivitas fisik. Langkah preventif seperti membatasi konsumsi gula harian serta rutin memeriksakan kadar gula darah menjadi kunci untuk menekan angka kejadian diabetes di Indonesia.