
Sebuah klaim yang menyatakan bahwa memanaskan nasi selama lebih dari enam jam dapat memicu kanker dan diabetes telah beredar luas di masyarakat. Informasi ini dikaitkan dengan artikel dari Tempo.co yang mengutip sumber tertentu. Namun, benarkah pernyataan tersebut? Mari kita telaah fakta di baliknya.
Apa yang Dikatakan Klaim Tersebut?
Klaim tersebut menyebutkan bahwa nasi yang dihangatkan dalam waktu lama, khususnya lebih dari enam jam, akan menghasilkan senyawa berbahaya. Senyawa ini diklaim dapat meningkatkan risiko kanker dan diabetes. Informasi ini tentu menimbulkan kekhawatiran, terutama bagi mereka yang sering menyimpan dan memanaskan kembali nasi.
Fakta Ilmiah di Balik Pemanasan Nasi
Para ahli menjelaskan bahwa pemanasan nasi berulang kali atau dalam waktu lama memang dapat mengubah struktur pati di dalamnya. Pati yang mengalami pemanasan dan pendinginan berulang dapat membentuk pati resisten. Pati resisten ini sebenarnya memiliki efek positif bagi kesehatan, seperti membantu mengontrol gula darah dan mendukung kesehatan usus. Namun, jika pemanasan dilakukan pada suhu yang tidak tepat atau dalam waktu yang sangat lama, ada kemungkinan terbentuknya senyawa akrilamida. Akrilamida adalah senyawa yang terbentuk saat makanan berpati dimasak pada suhu tinggi, dan telah dikaitkan dengan risiko kanker pada hewan percobaan. Akan tetapi, penelitian pada manusia masih terbatas dan belum ada bukti kuat yang menghubungkan konsumsi nasi yang dihangatkan secara langsung dengan kanker atau diabetes.
Pendapat Para Pakar
Menurut sumber yang terpercaya, klaim bahwa nasi yang dihangatkan lebih dari enam jam secara langsung menyebabkan kanker dan diabetes adalah keliru. Organisasi kesehatan seperti Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Kementerian Kesehatan belum mengeluarkan pernyataan resmi yang mendukung klaim tersebut. Justru, yang lebih perlu diwaspadai adalah cara penyimpanan dan pemanasan nasi yang tidak higienis, yang dapat menyebabkan pertumbuhan bakteri dan risiko keracunan makanan.
Kesimpulan
Klaim bahwa nasi yang dihangatkan selama lebih dari enam jam memicu kanker dan diabetes tidak didukung oleh bukti ilmiah yang kuat. Meskipun pemanasan pada suhu sangat tinggi dan dalam waktu lama dapat menghasilkan senyawa akrilamida, dampaknya terhadap kesehatan manusia masih perlu diteliti lebih lanjut. Masyarakat disarankan untuk tetap menerapkan praktik penyimpanan dan pemanasan nasi yang aman, seperti menyimpan nasi di lemari es dalam wadah tertutup rapat dan memanaskannya hingga benar-benar panas sebelum dikonsumsi.