
Para ahli kesehatan mengingatkan bahwa kebiasaan sehari-hari masyarakat yang tinggal di daerah beriklim tropis dapat meningkatkan risiko terkena batu ginjal. Kondisi cuaca yang panas dan lembap sepanjang tahun membuat tubuh lebih mudah kehilangan cairan, sehingga konsentrasi urine menjadi lebih pekat.
Menurut penjelasan dokter, dehidrasi ringan yang sering tidak disadari menjadi faktor utama terbentuknya kristal di ginjal. Ketika asupan air putih tidak mencukupi kebutuhan harian, mineral seperti kalsium dan oksalat akan mengendap dan mengkristal, lalu berkembang menjadi batu ginjal.
Selain itu, pola makan yang tinggi garam, protein hewani, dan makanan olahan juga turut memperparah kondisi ini. Kebiasaan mengonsumsi minuman manis bersoda dan kurangnya aktivitas fisik semakin memperbesar risiko. Dokter menyarankan untuk minum air putih minimal 8-10 gelas per hari, terutama saat cuaca panas, serta mengurangi konsumsi makanan tinggi oksalat seperti bayam, kacang-kacangan, dan cokelat.
Deteksi dini sangat penting dilakukan karena batu ginjal sering tidak menimbulkan gejala pada tahap awal. Jika sudah parah, penderitanya akan merasakan nyeri hebat di punggung bagian bawah, perut, atau selangkangan, disertai mual dan muntah. Pengobatan batu ginjal bervariasi, mulai dari terapi obat hingga tindakan operasi minimal invasif.
Untuk mencegah penyakit ini, dokter mengimbau masyarakat untuk menjaga hidrasi optimal, membatasi asupan garam, dan rutin memeriksakan kesehatan ginjal setidaknya setahun sekali. Langkah sederhana ini diyakini mampu menekan angka kejadian batu ginjal di wilayah tropis.