
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sidoarjo mengambil langkah strategis dengan memperluas program skrining HIV di wilayahnya. Langkah ini bertujuan untuk mempercepat deteksi dini terhadap kasus HIV yang mungkin belum terdeteksi sebelumnya.
Kepala Dinkes Sidoarjo, dr. Ahmad Syafii, menjelaskan bahwa perluasan skrining ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menekan angka penularan HIV. Dengan deteksi yang lebih awal, penderita dapat segera mendapatkan pengobatan dan perawatan yang tepat, sehingga kualitas hidup mereka dapat meningkat.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap warga Sidoarjo yang berisiko dapat mengakses layanan skrining dengan mudah. Saat ini, kami telah menyediakan layanan di berbagai puskesmas dan rumah sakit di seluruh kabupaten,” ujar dr. Ahmad Syafii dalam keterangannya.
Skrining HIV yang diperluas ini tidak hanya menyasar kelompok berisiko tinggi, seperti pengguna narkoba suntik dan pekerja seks komersial, tetapi juga masyarakat umum yang mungkin tidak menyadari status HIV mereka. Dinkes Sidoarjo juga gencar melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya tes HIV secara rutin.
Selain itu, Dinkes Sidoarjo bekerja sama dengan berbagai organisasi non-pemerintah dan lembaga swadaya masyarakat untuk menjangkau kelompok-kelompok yang sulit dijangkau. Program ini juga didukung oleh ketersediaan alat tes yang memadai dan tenaga kesehatan yang terlatih.
Dengan perluasan skrining ini, Dinkes Sidoarjo berharap dapat menurunkan angka kasus HIV baru dan meningkatkan angka kesembuhan pasien. Langkah ini juga sejalan dengan target nasional untuk mengakhiri epidemi AIDS pada tahun 2030.