
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pontianak melaporkan temuan sebanyak 42 kasus baru infeksi HIV sepanjang semester pertama tahun 2026, tepatnya hingga bulan Juni. Angka ini menunjukkan penurunan yang signifikan jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Kepala Dinkes Pontianak, dr. Siti Aisyah, menjelaskan bahwa penurunan kasus ini merupakan hasil dari berbagai upaya pencegahan dan penanggulangan yang gencar dilakukan oleh pemerintah daerah bersama mitra kerja. Program-program seperti sosialisasi kesehatan reproduksi, penyediaan akses tes HIV gratis, serta pengobatan bagi penderita telah berjalan efektif.
“Kami bersyukur angka ini menurun. Ini menunjukkan bahwa edukasi dan layanan kesehatan yang kami berikan mulai membuahkan hasil. Namun, kami tidak boleh lengah. Kami akan terus mengintensifkan deteksi dini dan pengobatan agar rantai penularan bisa diputus,” ujar dr. Siti dalam keterangannya.
Meskipun terjadi penurunan, Dinkes Pontianak tetap mengimbau masyarakat untuk waspada dan menjalani pola hidup sehat. Kelompok berisiko tinggi, seperti pengguna narkoba suntik dan pekerja seks komersial, menjadi sasaran utama program pencegahan. Pemerintah juga menyediakan layanan konseling dan pendampingan bagi penderita HIV agar mereka tetap produktif dan tidak dikucilkan.
Data Dinkes Pontianak menunjukkan bahwa sejak awal tahun 2026, total kumulatif kasus HIV di kota tersebut mencapai angka yang cukup tinggi. Namun, dengan adanya penurunan kasus baru, optimisme untuk menekan angka penularan semakin besar. Pemerintah berharap tren positif ini dapat terus berlanjut hingga akhir tahun.
Selain itu, Dinkes Pontianak juga bekerja sama dengan lembaga swadaya masyarakat (LSM) untuk menjangkau komunitas yang sulit diakses. Program pertukaran jarum suntik dan pengobatan antiretroviral (ARV) diberikan secara gratis bagi penderita yang membutuhkan. Langkah ini diharapkan mampu menekan angka kematian akibat AIDS dan meningkatkan kualitas hidup penderita.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam pencegahan HIV. Jangan takut untuk memeriksakan diri, karena deteksi dini sangat penting. Dengan pengobatan yang tepat, penderita HIV bisa hidup normal dan tidak menularkan virus kepada orang lain,” pungkas dr. Siti.