
Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire baru-baru ini menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Program Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P). Langkah ini diambil untuk memperkuat kerja sama antarinstansi dalam menekan angka kasus HIV, Tuberkulosis (TB), dan Malaria di wilayah tersebut.
Rakor tersebut dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, puskesmas, hingga organisasi masyarakat. Dalam pertemuan itu, para peserta membahas strategi penanganan secara komprehensif dan berkelanjutan.
“Kerja sama lintas sektor sangat penting agar program pencegahan dan pengendalian penyakit ini berjalan efektif. Kami berharap sinergi ini mampu mempercepat penurunan kasus HIV, TB, dan Malaria di Nabire,” ujar Kepala Dinkes Nabire dalam sambutannya.
Dalam forum tersebut, disepakati sejumlah langkah konkret, antara lain peningkatan edukasi kesehatan masyarakat, optimalisasi skrining dini, serta penguatan sistem pemantauan dan pelaporan kasus. Semua kebijakan ini diharapkan mampu memperbaiki capaian kesehatan di Nabire.
Dengan adanya Rakor P2P ini, diharapkan seluruh pihak dapat lebih solid dalam menangani penyakit menular yang kerap menjadi momok di daerah terpencil. Kolaborasi yang erat antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat dinilai kunci utama keberhasilan program.