
Rumah Sakit Universitas Surabaya (RS Ubaya) kembali menekankan pentingnya deteksi dini stroke, terutama dalam periode emas 4,5 jam sejak gejala pertama muncul. Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat, pihak rumah sakit mengingatkan bahwa penanganan yang cepat dan tepat pada fase ini dapat menyelamatkan jaringan otak dan meminimalkan risiko kecacatan permanen.
Menurut para ahli, stroke merupakan kondisi darurat medis yang memerlukan respons segera. Gejala seperti mati rasa tiba-tiba pada wajah, lengan, atau kaki, kesulitan berbicara, kebingungan, hingga gangguan penglihatan harus segera dikenali. RS Ubaya mengedukasi masyarakat untuk menggunakan metode FAST (Face, Arm, Speech, Time) guna mempercepat identifikasi awal.
Dengan deteksi dini, pasien dapat segera mendapatkan terapi trombolitik atau intervensi lainnya dalam batas waktu kritis 4,5 jam. Hal ini diyakini mampu mengurangi angka kematian dan meningkatkan kualitas hidup pasca-stroke. RS Ubaya berkomitmen untuk terus menyosialisasikan pentingnya golden period ini melalui berbagai program kesehatan masyarakat.